Seni dan Kesehatan Mental : Kreatifitas di tengah Kondisi Kesehatan
Di zaman dulu, Pelukis Vincent Van Gogh menciptakan karya-karya ikonik yang diberi judul Starry Night dimana lukisannya tersebut menunjukan ekspresi emosi yang kuat dan keindahan yang tersirat.
Seluruh dunia tentu mengenal nama-nama lukisan terkenal yang diberi nama Starry Night karya Vincent van Gogh, penyair dan novelis Amerika Sylvia Plath yang menerbitkan novel The Bell Jar, dan Musisi Kurt Cobain yang dikenal sebagai vokalis dan gitaris dari band Nirvana. Ketiga seniman tersebut memiliki persamaan perjalanan karir yang membuat mereka begitu dikenal dengan berbagai karya fenomenal mereka.
Nah, ketiganya memiliki persamaan dalam proses pembuatan karya dan perjalanan hidup. Mereka memiliki gangguan pada kesehatan mental dan bagaimana sebenarnya seseorang yang mengalami gangguan mental mampu menciptakan mahakarya yang hingga kini begitu dikenal oleh masyarakat seluruh dunia?
1. Vincent Van Gogh
Vincent van Gogh adalah pelukis terkenal yang hidup pada abad ke-19. Dia mengalami gangguan kejiiwaan yang mempengaruhi sebagian besar karyanya. Beberapa gangguan jiwa yang dialaminya antara lain bipolar, epilepsi, dan delusi. Meskipun dalam kondisi yang sulit, Van Gogh terus melukis dengan semangat dan intensitas yang luar biasa. Di masa sulit, ia menciptakan karya-karya ikonik seperti Starry Night dan Irises yang mana lukisan tersebut menunjukan ekspresi emosi yang kuat dan keindahan yang tersirat.
2. Sylvia Plath
Dibalik nama besarnya, Sylvia Plath dikenal sebagai seorang penyair dan novelis kelahiran Boston, Massachusetts dengan karya yang mengeksplorasi tema alienasi dan kematian. The Bell Jar merupakan novel otobiografi yang menceritakan dan mengambarkan pengalaman Plath saat dirinya berjuang menghadapi depresi dan menemukan identitasnya sendiri dengan nama karakter Esther Greenwood yang dikisahkan mengalami tekanan sosial dan kecemasan yang intens pada novel tersebut. Plath mengakhiri hidupnya dengan cara menghirup gas oven. Kepergian Plath yang begitu tragis meninggalkan warisan Sastra yang kuat dan menginspirasi banyak penulis dan juga pembaca.
3. Kurt Cobain
Kesuksesan Kurt Cobain sebagai seorang musisi sekaligus vokalis dan band mengantarkan band Nirvana ke puncak kesuksesan dengan lagu-lagu hits di awal tahun 1990-an seperti Smells Like Teen Spirits, Come as You Are, dan Lithium. Tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil dan mengalami berbagai masalah membuatnya depresi dan kecanduan obat-obatan terlarang. Cobain ditemukan tewas di rumahnya bertempat di Seattle Washington, bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri.
Dalam proses bertumbuh dan berkembang dalam hidup dibutuhkan sebuah inovasi dan kreativitas demi menciptakan sesuatu dan memecahkan berbagai masalah yang terjadi dalam hidup. Manusia diberikan kemampuan untuk berpikir untuk menghasilkan ide-ide baru yang orisinil dan kreatif. Kreativitas melibatkan kemampuan berpikir di luar batasan dengan menggabungkan ide - ide yang tak terduga, tentang bagaimana memandang dunia dengan cara yang unik.
Kreativitas identik dengan penciptaan karya seni dan berbagai bidang kreatif yang lain. Namun, kreativitas dapat juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan yang mana hal tersebut melibatkan proses kreatif seperti berimajinasi dan berinovasi. Kreativitas adalah kemampuan yang dapat dikembangkan dan diasah dengan latihan, eksplorasi dan terbuka terhadap ide-ide baru. Untuk itu penting untuk memberi ruang dan waktu agar dapat mengembangkan potensi kreatif yang nantinya bisa membawa manfaat seperti menemukan solusi baru dan inovasi untuk masalah kompleks melalui berbagai pendekatan baru, mampu mengekspresikan dan mengungkapkan jati diri dengan cara yang unik dan orisinil, dan menjadi faktor pendorong inovasi dan perubahan pola pikir dalam masyarakat.
Salah satu manfaat berpartisipasi dalam kegiatan kreatif adalah adanya peningkatan dalam kesehatan mental. Kegiatan kreatif mampu memberikan kepuasan, mengurangi stres, dan meningkatkan suasana hati. Hal ini dapat menjadi bentuk terapi yang efektif yang dapat mengatasi gangguan jiwa. Di tengah melesatnya perkembangan era modern seperti saat ini, perkembangan kesehatan mental mengalami perubahan signifikan.
Kemajuan teknologi seperti media sosial, telah memberikan dampak besar pada kesehatan mental. Media sosial merupakan sarana komunikasi yang dapat memberikan koneksi serta dukungan sosial. Namun, media sosial juga kelemahan yakni penggunaan yang berlebihan ditambah dengan adanya interaksi yang tidak sehat dapat menyebabkan masalah seperti kecanduan, perbandingan sosial, dan gangguan tidur. Selain itu, modernitas membawa tekanan pada hidup sehingga menuntut adanya peningkatan taraf hidup yang lebih tinggi seperti tuntutan pekerjaan, kehidupan sosial yang sibuk dan harapan hidup yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi jika tidak mampu dikelola dengan baik.
Pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat serta mengajak untuk bersama-sama memberikan dukungan dan menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi dan kehidupan bersosial untuk menjaga kesehatan mental. Kesehatan mental merujuk pada keadaan emosional, psikologis, dan sosial yang melibatkan bagaimana individu memahami, mengelola, dan berinteraksi dengan perasaan, pikiran, dan perilaku. Kesehatan mental yang baik sangat penting untuk kesejahteraan hidup dimana secara keseluruhan dapat mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku..
Gangguan pada kesehatan mental dapat mempengaruhi kreativitas pada seseorang. Pengaruh gangguan mental terhadap perkembangan kreativitas dapat bervariasi dari individu ke individu. Beberapa orang dengan gangguan jiwa mengalami adanya peningkatan kreativitas sementara yang lain mengalami penurunan atau perubahan dalam kreativitas.
Dilansir dari artikel dr. Bobtriyan Tanamas yang menjelaskan tentang hubungan kreativitas dan gangguan jiwa, menurut hasil penelitian yang dilakukan di King’s College London, Inggris, orang yang kreatif memiliki kemungkinan 90% lebih tinggi untuk mengalami Skizofrenia. hasil lain penelitian tersebut menyebutkan bahwa orang kreatif memiliki resiko 62% lebih tinggi untuk terkena gangguan bipolar dan 39% lebih tinggi terkena depresi.
Sementara itu, para peneliti menyimpulkan bahwa individu kreatif memiliki perbedaan proses tertentu yang berlangsung pada otak dari individu biasa. Penelitian lain yang dilakukan di Swedia melaporkan hal senada yakni berdasarkan data medis dan pendidikan populasi Swedia, orang yang menekuni jurusan musik, drama, dan seni pada saat perkuliahan memiliki angka kejadian stres lebih tinggi dari masyarakat pada umumnya. Individu yang menekuni jurusan lain, seperti hukum, tidak memiliki peningkatan angka kejadian gangguan jiwa. Salah satu peneliti, Dr. James McCabe, menyampaikan, kreativitas kerap kali melibatkan ide atau konsep berbeda yang tidak dipahami masyarakat umum (out of the box). Menurutnya, hal itu berkaitan dengan dunia orang kreatif perihal delusi atau kepercayaan atas hal tertentu yang pada kenyataannya tidak mungkin terjadi.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengaruh gangguan jiwa terhadap kreativitas seseorang dapat dilihat mulai dari jenis gangguan jiwa dimana Jenis gangguan jiwa yang seseorang alami dapat mempengaruhi kreativitas mereka. Gangguan jiwa seperti bipolar atau skizofrenia dapat dikaitkan dengan peningkatan kreativitas, sedangkan gangguan jiwa lainnya seperti depresi dapat mempengaruhi kreativitas secara negatif. Kemudian dapat dilihat dari tingkat keparahan gangguan jiwa yang juga dapat mempengaruhi kreativitas seseorang.Di beberapa kasus, gangguan jiwa yang lebih ringan atau terkontrol dengan baik dapat memberikan ruang bagi kreativitas yang lebih besar, sementara gangguan jiwa yang lebih parah dan tidak terkendali dapat menghambat kreativitas.
Faktor lingkungan, dukungan sosial, dan perawatan yang diterima juga dapat mempengaruhi pengaruh gangguan jiwa terhadap kreativitas. Jika seseorang mendapatkan dukungan emosional dan perawatan yang tepat, mereka mungkin dapat mengontrol gejala gangguan jiwa dengan lebih baik dan mempertahankan kreativitas yang sehat. Karakteristik individu seperti kepribadian, temperamen, dan bakat juga dapat mempengaruhi pengaruh gangguan jiwa terhadap kreativitas. Misalnya, individu dengan kepekaan yang tinggi atau pemikiran yang tidak konvensional mungkin lebih rentan terhadap pengaruh positif gangguan jiwa terhadap kreativitas.
Pengalaman hidup seseorang, termasuk trauma atau stres yang dialami, juga dapat mempengaruhi pengaruh gangguan jiwa terhadap kreativitas. Hal ini dapat memicu atau menghambat kreativitas seseorang tergantung pada bagaimana individu mengelola pengalaman tersebut. Melalui seni, musik, menulis, atau aktivitas kreatif lainnya, seseorang dapat mengungkapkan perasaan yang sulit diungkapkan secara verbal. Hal ini dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Terlibat dalam kegiatan kreatif dapat membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan. Fokus pada aktivitas kreatif dapat membantu mengalihkan pikiran dari stres dan masalah sehari-hari, sehingga memberikan rasa lega dan ketenangan.
Kreativitas memungkinkan seseorang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka. Ketika seseorang merasa berhasil menciptakan sesuatu yang unik atau menghasilkan karya seni, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri. Aktivitas kreatif juga dapat berperan dalam proses penyembuhan dan pemulihan dari trauma atau penyakit mental. Terapi seni, misalnya, telah terbukti efektif dalam membantu individu mengatasi trauma dan mengurangi gejala depresi atau kecemasan. Kreativitas dapat membantu mengalihkan pikiran dari pola pikir negatif atau siklus berpikir yang merugikan. Terlibat dalam kegiatan kreatif dapat membantu seseorang melihat dunia dengan cara yang baru, memberikan perspektif yang lebih positif dan memberikan ruang bagi pemikiran yang lebih kreatif.
Comments
Post a Comment