Seni Pembuatan dan Pengembangan Peta Modern Awal

Akademi seni pertama kali didirikan di Florence pada tahun 1563 yang berfokus pada tiga “seni desain”: lukisan, patung, dan arsitektur. Sebelum, dan selama Renaisans, seni lebih dari sekadar estetika yang enak dipandang. Faktanya, seni sendiri punya tujuan. Selama abad ke-15 dan 16, seni terkait erat dengan konsep kerajinan. Sebenarnya, “seni” berasal dari bahasa Latin “ars” yang didefinisikan : kerja terampil. Karenanya, para sejarawan banyak menggunakan konsep “budaya visual” yang lebih luas ketika ingin bicara tentang “seni” Renaisans.

Pembuatan peta modern awal dianggap sebagai seni, yang berkontribusi terhadap beragam budaya visual Eropa Renaisans. Sejak pertengahan abad ke-15, para humanis Italia menemukan kembali zaman keemasan Yunani Kuno dan juga Romawi, yang mengarah pada revolusi dalam hal seni dan filsafat. Di saat yang sama, negara-negara di Eropa mulai melakukan eksplorasi di luar Mediterania. Peta-peta baru dihasilkan untuk “zaman penemuan” ini, yang mengacu pada perubahan pemikiran teologis dan filosofis.

Gerard Mercator, Peta Dunia, 1569
Gerard Mercator adalah seorang kaligrafer, pengukir, dan penerbit dari Flanders. Gerard membuat Peta Dunia pada tahun 1569 yang merupakan salah satu peta dunia yang paling terkenal. Gambaran uniknya terhadap bumi masih menjadi acuan peta hingga saat ini. Ukurannya yang tipis, terdiri dari delapan belas lembar kertas, berukuran 202 x 124 cm. Meskipun ini adalah salah satu peta paling akurat yang pernah dihasilkan hingga saat ini, berdasarkan laporan dari penjelajah Eropa, peta ini bukanlah alat navigasi yang digunakan oleh para pelaut dikarenakan ukuran petanya yang membuat penggunaan peta ini menjadi tidak praktis ditambah meskipun peta tersebut detail tetapi peta tersebut jauh dari akurat dan sangat sulit untuk digunakan.

Abraham Ortelius, Teater Orbis Terrarum, 1570
Setahun setelah terobosan peta dunia Mercator, Abraham Ortelius dari Antwerpen membuat atlas pertama di dunia. Edisi pertama ini terdiri dari 53 lembar, dan pada setiap peta terdapat gambaran praktik ekonomi, sosial, dan budaya wilayah serta penduduknya. Atlas-atlas ini adalah benda yang mewah. Atlas tersebut tidak digunakan oleh para pelaut melainkan dibeli oleh orang-orang kaya dan pejabat istana. Ortelius menggunakan catatan pelayaran dan teks-teks otoritas kuno untuk menyusun peta-peta ini. Peta-peta yang dibuatnya merupakan representasi visual dari pola pikir Renaisans. Sama seperti peta Mercator yang merupakan representasi visual dari kebutuhan untuk menempatkan Eropa dalam dunia yang berkembang, Ortelius menggunakan atlasnya untuk menempatkan dirinya dalam sejarah.

Anthony Jenkinson, Peta Dinding Rusia, c.1567
Peta ini dibuat pada sekitar tahun 1567, berdasarkan pengamatan dan tulisan dari orang Inggris Anthony Jenkinson. Dia adalah duta besar Ratu Elizabeth I dan agen perusahaan Muscovy, yang dikirim ke Rusia pada tahun 1557 untuk mencari rute/jalan ke Tiongkok. Jenkinson berhasil mencapai Rusia di mana dia bertemu dengan Tsar Ivan yang mengizinkannya melakukan perjalanan melalui wilayahnya. Dia berhasil mencapai Persia dan menyeberangi Laut Kaspia sebelum harus kembali lagi ketika rute jalannya terhalang konflik. Peta ini lebih dianggap sebagai karya seni, dikarenakan elemen dekoratif petalah yang sangat mendominasi. Peta ini tidak akurat dan tidak memiliki banyak informasi geografis sehingga tidak digunakan untuk tujuan navigasi melainkan untuk estetika pajangan semata. Sebaliknya, peta ini lebih mengarah pada menceritakan kisah perjalanan Jenkinson, menggambarkan para pejuang yang mengawal Jenkinson, karavan pedagang yang ia temui, dll. 

Produksi peta modern awal membutuhkan banyak lapisan keterampilan dan dukungan yang kompleks, sama halnya dengan lukisan dan juga patung para ahli Renaisans. Mereka adalah bagian dari budaya visual pada masa itu, yang mencerminkan sikap dan minat masyarakat Eropa modern awal. Renaisans adalah tentang penemuan, keingintahuan, dan tentang melewati batas pengetahuan zaman dahulu. Peta Mercator, Ortelius, dan Jenkinson secara langsung mencerminkan hal ini dan memberikan argumen yang meyakinkan tentang definisi seni sebagai budaya visual yang lebih luas pada masa ini.

Comments

Popular posts from this blog

Penerapan seni dalam iklan

Penerapan Matematika dalam Seni

Mau Cantik? Mulai aja dari Nail Art!